Wilayah Padarincang, Kabupaten Serang, Banten, kembali dilanda banjir setelah hujan deras yang mengguyur daerah tersebut. Luapan Kali Cikalumpang menjadi penyebab utama terendamnya permukiman warga, yang telah menjadi masalah tahunan di kawasan ini.
Banjir kali ini berdampak cukup serius, merendam sebanyak 308 rumah di Desa Citasuk dan Desa Kalumpang. Selain mengganggu kehidupan sehari-hari, bencana ini juga memaksa sejumlah warga untuk mengungsi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Ajat Sudrajat, menyatakan bahwa banjir mulai masuk ke rumah warga sejak pukul 20.00 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi menjadi penyebab utama munculnya bencana ini.
Korban Jiwa dan Pengungsi Akibat Banjir di Padarincang
Data menunjukkan daerah yang paling parah terkena dampak banjir adalah Desa Citasuk, terutama di Kampung Sukamaju dan Kampung Begog. Sekitar 350 kepala keluarga, yang setara dengan 1.200 jiwa, terdampak oleh bencana ini, menciptakan situasi yang sangat mengkhawatirkan.
Sayangnya, bencana ini juga memakan korban jiwa. Seorang warga, Marto, berusia 60 tahun, ditemukan meninggal dunia akibat kejadian ini. Kejadian tragis ini menambah keprihatinan masyarakat setempat terhadap masalah banjir yang kembali terulang.
Selain itu, terdapat enam orang yang terpaksa harus mengungsi ke gedung sekolah karena rumah mereka tidak dapat ditempati akibat genangan air. Kondisi ini menuntut perhatian semua pihak untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada para korban.
Fasilitas Umum yang Terdampak oleh Banjir
Banjir tidak hanya merusak rumah tinggal, tetapi juga fasilitas umum. Salah satu yang terdampak adalah Madrasah Diniyah Mathla’ul Anwar, yang terendam air dan tidak dapat berfungsi seperti biasa. Kondisi ini tentu menghambat kegiatan belajar mengajar, menambah kesulitan bagi masyarakat setempat.
BPBD yang dipimpin oleh Ajat Sudrajat telah menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Mereka juga terus memantau pergerakan debit air sungai yang dapat mengakibatkan banjir susulan. Langkah ini sangat diperlukan mengingat keadaan cuaca yang masih tidak menentu.
Hingga laporan terakhir, tinggi muka air (TMA) di area terdampak mulai menunjukkan penurunan. Namun, meskipun air mulai surut, banyak warga yang memilih untuk tetap tinggal di rumah demi menjaga barang-barang berharga mereka agar tidak hilang.
Siaga Bencana di Tengah Ancaman Banjir Susulan
Pihak BPBD bekerja sama dengan Polsek, Koramil, dan Palang Merah Indonesia Kabupaten Serang tetap siaga di lokasi, bersiap untuk menghadapi kemungkinan adanya kiriman air susulan. Keberadaan mereka di lapangan sangat penting untuk menjaga keamanan dan memberikan bantuan secepat mungkin kepada masyarakat terdampak.
Kondisi cuaca di Padarincang saat ini masih terpantau berawan, yang menimbulkan kekhawatiran bahwa hujan deras dapat kembali turun. Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan mengikuti petunjuk yang diberikan oleh petugas yang berada di lokasi.
Banjir sebelumnya juga melanda Kecamatan Padarincang pada 17 Desember lalu, menunjukkan bahwa masalah ini adalah persoalan berulang yang perlu ditangani dengan serius. Diperlukan upaya yang lebih efektif untuk meminimalisasi dampak bencana di masa mendatang.
